Dendyrizal

Tuts Sumbang,

Tinggalkan komentar

Sesiang ini aku dijebak, ya dijebak.

Mengangkang masuk ke dalam celah kesombongan yang dengan paksa diakui.

Di dalam ruang persegi panjang, memanjang tak sampai menghilang.

Di dalam hati, di dalam pikiran, di dalam rasa yang meruang.

Akhirnya tergali, kugali sendiri, apapun yang bisa kutemui.

Senti demi senti, atau centi demi centi, siapa peduli? Telah sombong aku ini.

Penggalian telah sampai di seperempat rasa, di sekitar inti yang belum tergenggam.

Sedetik berlalu yang menumpuk menjadi menit dan mengendap menjadi jam.

Petikan gitar dengan nada mayor dan minor klasik membotolkanku.

Menghilangkan kesombongan yang sedari tadi meraung.
 

Lalu kulanjutkan, inti rasa masih seperempat jalan lagi, penggalian berlanjut.

Di tengah keberlanjutan aku terhenti, melihat ruang yang ramai dengan petikan.

lima, sepuluh, dua puluh orang berlomba mengkaryakan seni.

Aku, hanya diam menggali diriku sendiri untuk sebuah seni yang masih jauh di dalam rasa.

 

Rasa kugenggam, intinya membentuk ruang, melubangi hati yang pikirannya hilang, entah.

Apa yang kupikirkan sedari tadi?

Selagi pikiranku berputar mencari apa yang aku pikirkan, mataku berkelana.

Melihat tangan-tangan dengan jejarinya menghentak setiap tuts bernada sumbang.

Tidak banyak yang mau aku tulis dalam bait-bait melodi sumbang ini.

Jika pikiranku telah menemukan pikirannya akan ku hentikan segera penggalianku.

Tuts demi tuts masih berbunyi,

Nada sumbang dalam melodi klasik masih tercipta.

Melahirkan seni tak berirama yang dipaksa berrima.

 

Pikiranku masih mengawan, terbang tinggi menjauhi inti.

Semakin tinggi entah semana, mencari intinya yang sedari tadi ia gali.

Penggalian akhirnya kuhentikan.

Pikiranku telah menemukan rasanya,

tapi intinya masih saja asik berdiam diri diantara tuts yang sumbang.

Berdiam diri untuk tak ditemukan, berdiam diri untuk dicari.

Pikiranku kepadamu, inti yang berada di hati bukan di pikiran.

Aku padamu intiku, inti dari setiap rasa dalam setiap nada sumbangku.

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s