Dendyrizal

Tumblr, Korban Sporadis Pembuat Kebijakan

Tinggalkan komentar

Sudah beberapa hari ini dunia maya ramai membahas Tumblr. Bukan isu positif dari platform blogging ini yang dijadikan bahan diskusi, melainkan isu negatif. Isu negatif yang dibicarakan justru bukan datang dari pihak Tumblr sendiri, tetapi dari Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kominfo sebagai lembaga yang menjadi pengatur lalu lintas data melempar pernyataan akan menutup akses untuk Tumblr, dengan alasan Tumblr memuat banyak konten pornografi. Sontak hal tersebut langsung membuat riuh seluruh linimasa, Line, Facebook, Twitter, maupun Path.

Pemblokiran Tumblr sebagai salah satu penyedia jasa blogging gratis sangat disayangkan, benar-benar disayangkan. Tindakan ini terlihat sporadis. Setelah sebelumnya ada Netflix dan Vimeo yang menjadi korban, alasan yang dipakai pun sama, pornografi. Apa yang dilakukan Kominfo ini semacam menyamaratakan semua konten yang ada di tiga situs tersebut sebagai konten pornografi. Padahal, tidak bisa dipungkiri bahwa Tumblr dan dua situ lainnya cukup populer di kalangan muda-mudi. Mungkin karena Kominfo tidak diisi dengan pemuda, jadinya seperti ini, menuakan semua kebijakan, meskipun pemakai internet di Indonesia mayoritasnya adalah pemuda.

Saat ini Presiden Jokowi sedang mengadakan kunjungan ke Silicon Valley untuk bertemu dengan beberapa petinggi-petinggi korporasi berbasis teknologi. Untuk apa? Pastinya untuk menarik investor ke Indonesia. Tetapi, apa gunanya menarik investor jika nantinya hanya akan diblokir karena memuat konten pornografi atau akan menyaingi korporasi dalam negeri? Bisa dilihat di sini bagaimana sporadisnya kebijakan-kebijakan yang dibuat.

Karena nila setitik rusak susu sebelanga, mungkin itu peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi yang ada saat ini. Untuk memblokir pornografi, blokir saja semua, termasuk konten-konten positif yang sudah susah payah diciptakan dan disebarkan. Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dalam negeri, blokir saja semua hal positif lain yang mau masuk. Sebagai sebuah kebijakan, kebijakan yang dibuat sungguh kurang bijaksana.

Mungkin, hal ini perlu Bapak Presiden perhatikan juga. Sebelum datang investor dari Silicon Valley, otak-otak pembuat kebijakan perlu direnovasi atau pemegang kekuasannya yang perlu direnovasi? Ah, cuma Bapak Presiden yang berhak.

Pada saat ini pun, para pemuda melakukan perlawanan, dengan petisi. Kemarin ada beberapa orang yang menyebarkan petisi untuk melawan kebijakan ini. Bagus. Tetapi perlawanan harus diorganisasikan, seperti kata Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya Jejak Langkah, “Didiklah rakyat dengan organisasi, dan didiklah penguasa dengan perlawanan.”

Semoga sukses untuk melawan, kawan-kawan. Sejujurnya hal-hal baik adalah hak kita dan hal-hal buruk menjadi tanggung jawab kita sendiri. Selamat berjuang menuntut hak.

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s