Dendyrizal

Bentuk Sederhana Sebuah Kemewahan

Tinggalkan komentar

image

Baru siang tadi mengunjungi rumah salah satu kawan kuliah yang kebetulan berasal dari daerah yang sama sepertiku. Rumahnya cukup sederhana, khas rumah orang Madura yang setiap ruangannya tidak terhubung langsung, selalu ada bagian yang terpisah dari rumah utama. Kiranya, rumah seperti ini sudah susah ditemukan di kota, pergilah ke desa, akan ada banyak rumah-rumah seperti ini. Dan benar, rumah kawan ini terletak di salah satu desa yang berjarak sekitar beberapa kilometer dari pusat kota.

Sebenarnya, mengunjungi rumahnya adalah sebuah undangan khas orang desa. Tidak ada kepentingan-kepentingan terselubung selain untuk menghargai sebuah undangan bagi yang hadir dan untuk menjamu tamu bagi tuan rumah. Mungkin, akan beda hal dengan di kota. Ah, sepertinya aku sudah lelah dengan semua hiruk pikuk kepentingan-kepentingan yang dihadirkan kota, aku butuh suasana alami desa, interaksi alami khas pedesaan. Pun jika ada kepentingan politis, melihat praktik politik yang berjalan begitu sederhana merupakan suatu ilmu tersendiri.

Satu hal yang ingin aku hadirkan: arti sederhana sebuah kemewahan. Kebetulan, hari ini aku benar-benar merasakan sebuah kemewahan dalam pengertian yang lebih sederhana, meskipun di dalam praktiknya tidak bisa dikatakan sederhana. Tetapi, sederhana disini adalah sebuah hasil dari perbandingan dengan sisi lain dari kemewahan yang selama ini kita anut.

Masih berlanjut dengan cerita berkunjung ke rumah kawan. Orang desa mendefinisikan sebuah kemewahan dengan sederhana, cara mereka menghadirkannya pun selalu dengan sederhana. Cobalah sesekali main ke desa, mereka mungkin tidak bisa memberimu kemewahan akses komunikasi, kemewahan dalam bentuk pelayanan atau barang. Tapi, mereka mampu memberimu kemewahan dalam arti yang lebih sederhana, makanan.

Tidak terkejut sebenarnya melihat bagaimana keluarga kawan satu ini memperlakukan tamunya. Semua makanan dikeluarkan, mulai dari yang digoreng, dibakar, hingga direbus, semua ada, komplit. Bahkan, jika dibandingan jumlah tamu yang ada, makanan yang dikeluarkan jauh lebih besar jumlahnya. Hampir saja setiap orang mendapatkan satu piring nasi dan dua piring lauk. Wow. Tidak sederhana memang penyajiannya, tapi menggunakan makanan untuk merajakan tamu merupakan cerminan kesederhanaan yang terdapat di salah satu sisi dari banyak sisi sebuah kemewahan.

image

Berlebihan? Mungkin saja. Tetapi hanya dengan cara itulah orang-orang desa mampu menaikkan harga mereka sebagai tuan rumah, dan menjadikan tamu mereka sebagai raja. Entah kebiasaan ini sudah menjadi adat atau hanya terjadi di segelintir orang-orang desa. Tetapi, semua gagasan ini aku peroleh dari pengalaman dijamu oleh orang-orang desa. Mungkin saja salah, mungkin saja benar. Tetapi, satu inti dari tulisan ini: kemewahan punya banyak sisi, di satu sisi kemewahan bisa saja sederhana, seperti halnya makanan, pun disisi lain bisa saja berbeda. Cobalah masuk ke desa-desa mungkin ini juga yang akan kau rasakan.

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s