Dendyrizal

Suramadu, Titik Cerah Pembangunan Madura

Tinggalkan komentar

Suramadu, siapa yang tak kenal? Jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura ini telah menjadi ikon dari Jawa Timur. Madura khususnya. Dengan panjang mencapai 5.438 m, jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia. Suramadu sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati dan diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden SBY. Menurut Wikipedia, pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur.

Dengan tujuan seperti itu bisa ditarik kesimpulan bahwa pembangunan Suramadu seharusnya membawa efek meningkatkan kualitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Madura. Tetapi, yang menjadi kenyataan dan apa yang bisa dilihat saat ini adalah pembangunan untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat Madura masih belum benar-benar terlihat.

Hanya saja, ketakterlihatan tersebut justru memberi ruang bagi setiap individu yang mau sejenak berpikir, sejenak berangan, apa yang bisa dilakukan untuk Madura, apa yang seharusnya ada di Madura. Saya sendiri sebagai orang Madura memimpikan Madura yang lebih maju, Madura yang mempunyai daya saing, Madura yang tak lagi berada di bawah daerah lain.

Pertama, coba bayangkan bagaimana jika Madura mempunyai sistem pariwisata yang terpadu satu objek dengan objek yang lain, Menarik bukan? Madura bisa menjadi pioner dalam mewujudkan sistem pariwisata yang terpadu, dimana dengan adanya sistem pariwisata yang terpadu Madura berbenah dalam pengelolaan parisiwatanya. Sistem yang terpadu pula mampu memberikan kontribusi yang menyeluruh dan menyebar. Jika hal ini terealisasi, bisa dibayangkan bagaimana sektor pariwisata bisa menjadi booster  peningkatan taraf ekonomi dan kesejahteraan dari empat kabupaten yang ada.

Kedua, pariwisata. Siapa yang memungkiri pesona Madura dalam hal pariwisata? Pantainya, Kulinernya, Religinya, Kekhasan penduduknya, siapa yang mengingkari? Seharusnya hal ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu kelebihan dimana kelebihan ini tak terdapat dari daerah lain. Seharusnya Madura dengan kebudayaan dan keluhuran penduduknya yang masih khas sudah memiliki banyak desa wisata. Tetapi, sayangnya masih belum terlihat hal itu. Tetapi ide mengenai desa wisata sebagai salah satu main core wisata di Madura sangatlah tidak berlebihan.

Ketiga, kali ini dalam hal infrastruktur. Kurang, kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi infrastruktur yang ada di Madura. Banyak lahan kosong di Madura yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur yang mempu menunjang cita-cita untuk memajukan kondisi ekonomi masyarakat Madura. Dengan hadirnya MEC di 2015, Madura mau tidak mau harus memajukan sarana yang ada karena dengan begitu Madura bisa menarik investor lokal atau pun investor luar negeri untuk memulai investasinya.

Intinya dari ketiga ide atau gagasan di atas adalah, Madura mempunyai segala aspek, segala faktor untuk maju, tinggal kita sebagai orang yang menempatinya bersikap. Dengan adanya lomba blog seperti ini, seharusnya sudah cukup ide yang ada, tinggal pengaplikasian di lapangan yang menentukan.

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s