Dendyrizal

Terdampar di teluk yang tak lagi membosankan

2 Komentar

Kamis, 1 Mei 2014. Dengan semangat 3 pemuda dari Madura melangkahkan kakinya untuk mengunjungi tempat yang bagi sebagian mereka adalah baru. Menempuh perjalanan sekitar 9 jam menggunakan angkutan darat, mereka tiba di tempat yang mereka tuju. Tempat itu tidak lain adalah salah satu rumah mbah  salah satu pemuda itu.

Rumahnya berada di salah satu teluk di salah satu kabupaten yang dilewati proyek JLS. Panggul namanya, terletak 50an kilo dari kota trenggalek, daerah ini menyimpan banyak hal untuk ditelusuri. Mulai dari wisatanya sampai budayanya.

Tiga orang

Ketiga Pemuda, dan yang depan itu kenapa mulutnya kok gitu? Sepertinya sedang sariawan

Malam pertama di tempat itu dihabiskan hanya dengan beristirahat mengingat perjalanan untuk sampai kesini yang sangat tidak mudah, membuat mual, pusing, dan otot kram karena harus menahan posisi di dalam kendaraan sempit selama beberapa jam. Ditambah jalanan rusak dan konturnya yang naik turun serta berkelok.

Semalam sudah beristirahat di hari berikutnya jadwal jalan-jalan mereka adalah ke pantai. Di Panggul sendiri ada dua pantai yang terlalu indah untuk dilewati, Konang dan Pelang namanya. Kedua pantai memiliki pasir berwarna hitam dengan ombak yang cukup besar.

Di Pantai Konang selain terdapat pantai juga terdapat muara yang bersebelahan dengan indahnya dinaungi oleh bukit marmer yang tinggi dan rindang ditumbuhi semak belukar. Air laut berwarna biru bertemu dengan air muara yang berwarna hijau pekat dibumbui dengan pasir hitam dan pemandangan indah pegunungan di belakangnya, nikmat apa lagi yang kau dustakan?

Sedangkan di Pantai Pelang, meskipun sama-sama memiliki pasir hitam, disini terdapat air terjun yang indah, letaknya tak jauh dari bibir pantai. Eksotis? iya! Dan uniknya kedua pantai tersebut letaknya ada di satu teluk, hanya terpisahkan oleh bukit karang yang menjadi semacam tower pemantau kedua pantai tersebut.

Hari terakhir mereka habiskan hanya dengan duduk di belakang rumah mbah yang sekaligus adalah pematang sawah. Di belakang rumah mbah sendiri selain terdapat sawah juga terdapat gunung tepat dibelakangnya, jadi pemandangan di teluk ini tak lagi membosankan.

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

2 thoughts on “Terdampar di teluk yang tak lagi membosankan

  1. Fotonya kurang banyak. Kurang puas melihat pemandangan cantiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s