Dendyrizal

Tinggalkan? Paksakan?

Tinggalkan komentar

Kadang dalam hidup ini kita sering berada di dalam kondisi dimana kita harus mengambil keputusan. Keputusan urgent dimana keputusan itu menyangkut orang lain. Mungkin, hal seperti ini sudah banyak dirasakan oleh seorang pemimpin. Karena memang seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan. 

Meskipun tidak selamanya sebuah keputusan memberikan dampak yang baik bagi seseorang, tapi keputusan tetap harus diambil. Apapun itu resikonya, pilihan tetap pilihan, dan keputusan tetaplah keputusan.

Tak banyak orang yang mempu mengambil keputusan dan orang yang mau mengambil resiko dari keputusan itu. Bahkan ada yang cenderung duduk terdiam hingga terlihat membosankan serta menyebalkan. Di lain sisi ada yang terlalu berani mengambil keputusan. “Berani” tidak selalu memerlukan faktor pendukung yang lain. “Berani” bisa berdiri sendiri.

Tapi apa yang terjadi ketika “berani” berdiri sendiri tanpa penopang yang lain? Itu akan menimbulkan kecerobohan! Sebuah sifat yang jauh lebih buruk dari pada duduk terdiam dan terlihat membosankan serta menyebalkan. Mungkin kecerobohan akan kita maklumi jika tidak memiliki efek yang masif. Tetapi akan menjadi hal yang benar-benar berbahaya ketika kita menyadarinya bahwa hal itu memiliki efek masif.

Tapi suatu kecerobohan pun dapat diredam, ini terjadi di beberapa kasus. Misalnya dalam kerja tim, kecerobohan seseorang yang berada di dalam tim itu bisa diredam ketika orang-orang yang lain mampu menutupi dengan segala macam hal yang mereka mampu. Bukankah tujuan kerja tim untuk saling melengkapi kan? saling menutupi kekurangan kan? dan mengapa kerja tim ini sangat penting di segala bidang. Bisa sendiri? Semoga masih ada yang mengingatkan jika kamu terlalu berani dan ada yang menegurmu jika kamu duduk terdiam hingga terlihat membosankan dan menyebalkan.

Kembali lagi ke pengambilan keputusan. Jika ada kasus seperti ini, apa yang akan kamu lakukan?
“Jadwal kereta berangkat adalah pukul 13.45. Dan hingga pukul 12.30 masih ada beberapa temanmu yang belum datang di tempat berkumpul. Dengan kondisi, perjalanan dari tempat berkumpul ke stasiun kereta sekitar 1 jam.”
Apa yang akan kamu lakukan? apa kamu akan menunggu? apa kamu akan meniggalkan mereka?

Bicara tentang hal ini, jadi teringat dengan film “Black Hawk Down” film rilisan tahun 90an yang bertemakan perang di Somalia. Di film yang penuh dengan rasa tegang itu menceritakan tentang tragedi penyergapan yang gagal yang menyebabkan beberapa tentara amerika yang bertugas terjebak di dalam kota yang dipenuhi oleh teroris itu. Misi yang pada awalnya diperkirakan hanya berjalan selama beberapa jam saja, berubah 360 derajat. Semuanya hancur. Semuanya berubah menjadi chaos.

“Leave No Man Behind” Kira-kira begitulah kata-katanya. Artinya, para tentara Amerika yang tersandera, baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati yang berada di dalam kota itu harus diselamatkan, apapun konsekuensinya.

Entah untuk yang ini saya lupa atau bahkan tidak tahu berasal dari mana. Intinya seperti ini, “Tinggalkan semua yang menghalangi”. Cara ini cenderung memberikan efek buruk. Tapi cara ini terlihat jauh lebih tegas. Bukankah seorang pemipin membutuhkan ketegasan? Dan ini adalah cara yang tegas. Cocok dengan yang otoriter.

Ketika pemimpin memiliki ketagasan, apa hanya itu yang ia perlukan? apa ia tak memerlukan kelembutan dan kesabaran? Rasanya semua itu harus dimiliki. Tapi kesabaran ada batasnya, kelembutan ada tempatnya.

Jadi keputusan apa yang akan kalian ambil jika kalian berada di situasi di atas tadi?

Saya pribadi lebih cenderung tegas. Meskipun sedikit menyakitkan tapi saya lebih suka tegas. Tapi tegas yang masih memiliki tingkat kesabaran dan kelembutan yang tinggi sehingga saya tidak bisa hanya meniggalkan. Tapi saya akan memaksakan mereka yang tertinggal untuk mengikuti. Hingga di suatu saat nanti tidak ada lagi yang tertinggal dan dipaksakan 🙂

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s