Dendyrizal

Ini Akhir & Ini Awal

Tinggalkan komentar

Akhirnya, disinilah kita berada. Setelah menghabiskan lebih dari satu dekade di bangku sekolah, saat ini lah saat yang menentukan. Meskipun masih kurang setengah tahun lagi tapi kita sudah dihadapkan dengan pilihan. Pilihan yang nantinya mempengaruhi kehidupan kita beberapa tahun kedepan atau bahkan kehidupan kita selamanya.

Ya, kuliah namanya. Sudah banyak artikel di luar sana jika kau mau mencari tips-tips memilih jurusan yang tepat, tips-tips lulus UN, atau pun tips-tips sukses SNMPTN. Jadi jika kau mencari hal itu disini, pergilah. Tak ada hal itu disini, hanya curahan hati yang ada disini.

Mungkin akan sangat mudah jika kita anak orang yang berada, beruang, dan berkuasa untuk menggapai jenjang ini. Mungkin jika bukan anak mereka jalan untuk menggapai ini akan sulit. Ah tapi buanglah semua rasa pesimis itu, dunia tak membutuhkannya! Dunia hanya membutuhkan mereka-mereka yang siap tarung, mereka-mereka yang mau berbuat, mereka-mereka yang optimis memandang masa depan, dan mereka-mereka yang masih menghargai perjuangan bapak ibunya hingga bisa berada di titik ini.

Sekarang, masih adakah rasa pesimis itu? Aku harap rasa itu hilang. Ujian yang menanti di depan kita tidak akan kita hadapi dengan rasa pesimis, takut, dan khawatir. Tapi mari sambut ujian itu dengan rasa suka, optimis, dan bahagia, karena kita sudah diberi kesempatan untuk merasakan titik ini. Titik yang dimana tidak semua dari generasi kita bisa merasakannya. Alangkah bijaksananya jika kita membawa harapan mereka bersama di perjuangan kita, agar kelak di tangan kita tidak ada lagi anak-anak yang tidak merasakan titik ini.

Masa akhir putih abu-abu dan awal dari semua pilihan. Kamu memilih apa menuruti? syukurlah jika kamu memilih dan menuruti isi hatimu. Bukan memilih apa yang harus kau patuhi orang tua, guru, atau hatimu yang masing-masing memaksamu dengan pilihan mereka. Aku tidak begitu suka sebetulnya jika menyebut semua yang ada di depan ini sebagai pilihan, aku lebih suka menyebutnya rencana. Tapi ini hanya yang aku patuhi saja, aku patuh terhadap rencanaku yang berasal dari hati.

Pilihanmu apa? atau Rencanamu apa? aku punya rencana A, B, & C. Tapi bagaimana jika semua rencana itu gagal? Aku selalu menekankan bahwa dibalik kegagalan akan muncul suatu keberhasilan baru dan itu adalah rencana D, rencana yang berasal dari tuhan. Tapi aku berharap tuhan selalu berada bersamaku di rencana A, B, & C, biarlah rencana D hanya jadi pemanis di hidupku ini.

Kamu mau mengikuti caraku ini atau kamu mau membuat caramu sendiri? Terserah, itu hakmu untuk memilih dan kewajibanmu adalah untuk menentukannya. Bukankah kita semua sudah cukup dewasa untuk menutup telinga dan mata kita dari hal-hal asing sehingga kita bisa berbicara dengan hati? Jadi pikirkanlah.

Bukan bermaksud untuk menggurui, atau bertingkah selayaknya para motivator itu. Bukankah melakukan apa yang kita inginkan dan cintai dapat membuahkan hasil yang lebih bagus dari pada sebaliknya? Jadi, mau kan memilih apa yang kita inginkan dan cintai?

Ayo kita angkat lagi rasa perjuangan kita, kita selesaikan tahap ini dan naik ke tahap selanjutnya yang kupercayai lebih berat dari ini. Selamat tinggal putih abu-abu, selamat datang rencana dan pilihan.

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s