Dendyrizal

Buta, Tuli, dan Bodoh

2 Komentar

Sepertinya lucu kalau judul di atas bisa dijadikan FTV atau film dimana pemerannya adalah para elit, para penguasa itu. Entah mereka akan marah atau malah ketawa. Tapi yaa sudahlah mereka punya hak untuk tertawa atau pun marah karena tulisan ini. Apa daya saya tidak bisa memaksa mereka untuk tertawa ataupun marah jadi biarkan saja, yang penting saya nulis dan apa yang saya pikirkan bisa sepenuhnya saya curahkan meskipun tak terbaca oleh mata “pintar dan bijaksana” mereka para elit.

Oke, kemarin ada yang mengikuti perjalanan konvensi UNAS? saya tidak. Banyak sekali yang mengikuti perjalanan konvensi itu, terlihat di timeline selama beberapa hari kemarin. Dan baru tadi pagi saya baca hasil konvensinya itupun tidak semuanya hanya 3-5 poin saja yang saya baca di salah satu portal berita kenamaan. Genap dua hari juga kemarin saya memasang avatar Hentikan UN di twitter saya, tetapi sehari yang lalu sudah saya ganti lagi avatar itu.

Saya tipikal yang cukup malas jika harus mengikuti perjalanan sesuatu yang sudah bisa saya prediksi hasilnya. Salah satu contohnya Konvensi UNAS kemarin, saya sudah paham dan sudah bisa menerawang hasilnya setelah bersemedi di sekolah selama 8 tahun lebih. Dan ternyata benar, hasilnya ya gitu-gitu aja tidak ada perubahan berarti dan akhirnya UNAS tetap dilaksanakan.

Rasa-rasanya memasang avatar Hentikan UN adalah hal sia-sia, ah tetapi tidak ada yang sia-sia kan di dunia ini? jadi saya mencabut kembali kata-kata saya tadi. Selama beberapa hari kemarin timeline saya penuh oleh avatar Hentikan UN yang ngetweet tentang UNAS. Dan dari semuanya saya tidak melihat ada yang mendukung UNAS, ah bodohnya saya kan itu gerakan memang bukan untuk mendukung UNAS, jadi yaa semuanya memojokkan UNAS dengan cara masing-masing, dengan gaya masing-masing dan dengan posisi masing-masing.

Dan sepertinya kita kurang lantang bersuara dan beraksi untuk hentikan UNAS ini bung! Sepertinya aksi-aksi kita belum mampu menarik perhatian mereka, para pembuat keputusan. Atau bukan kita yang kurang tetapi mereka yang Buta, tuli, dan terlalu bodoh untuk menerima fakta-fakta yang kita berikan.

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

2 thoughts on “Buta, Tuli, dan Bodoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s