Dendyrizal

Myanmar, NYtimes Bilang Ribet!

1 Komentar

Myanmar, Negeri yang dipimpin oleh Junta Militer ini memang menjadi salah satu destinasi wisata yang menjanjikan dengan ikon utamanya yaitu Pagoda. Negeri yang berakarkan dengan ajaran budha ini memang sangat memegang teguh ajarannya.

Pagoda in Myanmar, source from http://mir.com.my

Myanmar sendiri dahulu merupakan salah satu negeri yang menjajikan untuk menjadi besar melihat dari potensi alamnya yang lebih banyak dan lebih luas dari pada negara-negara tetangganya, tetapi apa yang terjadi sekarang? Junta Militer menghancurkan itu semua, dengan menghilangkan semua hak-hak warganya untuk berdemokrasi.

Terlepas dari hilangnya demokrasi di negeri itu, Destinasi wisatanya masih menjadi salah satu yang tersohor dengan Pagoda-pagoda indahnya. Baru saja saya membaca salah satu artikel di NYtimes dimana disitu dijelaskan bahwa berwisata ke Myanmar itu Complicated, Kenapa bisa seperti itu? Nah, persyaratan untuk berwisata kesana memang tidak sepraktis untuk berwisata ke negara lain di kawasan ASEAN serta keadaan disana sendiri benar-benar belum bisa dikatakan bagus.

Cermin, Serasa melihat kondisi di Indonesia, tetapi untung saja kita, Indonesia masih terlihat lebih bagus dan sedikit lebih maju. Keadaan kota terbesar disana pun tidak lebih dari kondisi Medan atau Tegal yang notabene bukan merupakan kota terbesar di Indonesia.

2015, Siapkah Myanmar masuk ke era Komunitas Ekonomi ASEAN 2015? Selama dengan keadaan yang seperti sekarang sepertinya susah, mengingat hanya untuk tujuan wisata kesana saja adalah hal yang ribet dan susah, harus mengurus ini itu anu lah untuk bisa menikmati Pagoda disana. RIbet kan? Nah seharusnya nanti para pemimpin lain yang ada di ASEAN bisa sedikit melobi para elit militer yang ada di Myanmar untuk lebih memudahkan untuk berwisata kesana.

Bisa dibayangkan jika perjalanan wisata ke sesama negara ASEAN dimudahkan, maka pemasukan dari sektor pariwisata pun akan meningkat dan memperbaiki taraf hidup masyarakat juga. Bahagia rasanya jika nanti ada Paket Wisata 10 Negara ASEAN dengan konsep marathon dan One Process For All dimana nanti semua negara akan mengambil keuntungan dari program itu dan dengan program itu akan membawa keuntungan bagi para wisatawan karena tidak usah ribet-ribet mengurusi semua persyaratan.

Inspired from : here and here

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

One thought on “Myanmar, NYtimes Bilang Ribet!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s