Dendyrizal

Pesta Partai atau Demokrasi?

2 Komentar

Beberapa hari ini saya banyak di doktrin dan difaksinasi oleh banyaknya pemberitaan tentang sebuah Pesta Demokrasi, mulai dari yang ada di Jakarta sampai yang ada di sekitar saya. Dulu waktu pertama kali saya mengetahui apa yang dinamakan Pemilu DKK (baca : pemilu dll) saya kira itu hal yang menggembirakan dan WOW, mulai dari liburnya sekolah sampai dapat kaos atau apalah dari salah satu kandidat. 

Masih segar dalam ingatan saya ketika tahun 2004 kemarin banyak stiker tentang salah satu kandidat terpampang di banyak bagian di sekitar rumah saya mulai dari yang memilih Pak SBY dan Jusuf Kalla sampai Pak Amin Rais dengan pasangan yang saya lupa namanya. Ketika itu Pak SBY dan Jusuf Kalla memenangkan pesta tersebut, Doesn’t make any sense for me karena memang saya waktu itu baru mengerti hal-hal yang begituan.

Sedikit maju lagi ke tahun 2008 ketika itu ada pesta Pilkada dan yang memenangkan adalah incumbent, Dan mundur sedikit ke tahun 2007 dimana Pilkada di JKT (baca Jakarta bukan JKT48) yang mempertemukan antara Fauzi Bowo dan Adang D. Tidak begitu ramai tetapi lumayan seru.

Maju sedikit lagi ke tahun 2009, terjadilah Pemilu dimana disitu mulai rame masing-masing partai kandidat Presiden melakukan hal-hal yang “mungkin” dapat memanangkan wakilnya di Pemilu tersebut. Nah disitulah terjadi sebuah drama kembali hahaha (Sinetron Nyata) dimana saling pihak saling serang menyerang dengan Artileri dan Rudal-Rudal menjatuhkan dan berbau SARA!. Melalui banyak proses dan Teater yang “tidak sehat” terpilihlah Pak SBY lagi dengan pasangan Pak Boediono yang sangat kalem orangnya sampai-sampai jarang aya lihat muncul di TV.

Dan sekarang ke tahun 2012 dimana terdapat drama terbesar yang pernah saya rasakan, yaitu Pilkada DKI JKT dimana pertama terdpat beberapa pasang orang yang menyalonkan untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gurbernur. Gugurlah satu demi satu di Leg-1 Pilkada DKI, tinggallah 2 pasangan yang sama-sama kuat (yang satu kuat karena inc*mbent dan pandai bersilat visi misi dan yang satu kuat karena pengalaman dan kearifannya di Masyarakat tempat mereka tinggal) dan sama-sama berhasrat keras untuk memenangkan Pilkada.

Dan nanti pada tahun 2014 kita lihat apakah akan seheboh Pilkada JKT tahun ini?

Dari beberapa ulasan Pilkada DKK diatas saya menyimpulkan bahwa tidak ada yang 100% bersih dan Halal, pada umumnya calon-calon yang baik tidak menginginkan kecurangan tetapi timses dari masing-masing PARTAIlah yang berjuang keras melakukan Hal terbaik dan terkadang berlebihan sehingga bisa dibilang “Kecurangan”. Dengan beitu saya menyimpulkan bahwa yang bekerja secara kebablasan adalah Partai dan kenapa pula Partai masih diizinkan melaksanakan hiruk pikuknya di hal ini yang belum bisa saya sebut Pesta Demokrasi, padahal jadi pemimpin tidak harus diikuti dengan partai kan?

Semoga saja di Pemilu 2 tahun lagi banyak bermunculan kandidat-kandidat pemimpin muda yang ebrjiwa nasionalis dan pemberani dan juga Independen!

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

2 thoughts on “Pesta Partai atau Demokrasi?

  1. sekarang banyak pemimpin muda, contoh nya ra momon . .
    berri’ gember rapah den

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s