Dendyrizal

Potret Kehidupan #1 (Lampu Lalu Lintas)

8 Komentar

Lampu Lalu Lintas atau yang akrab dipanggil Lampu Merah dan menurut Undang Undang no. 22/2009 tentang Lalu Lampu Lalu Lintas atau yang akrab dipanggil Lampu Merah dan menurut Undang Undang no. 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan lampu ini memiliki nama panggilan APILL atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas yang berarti lampu yang satu ini adalah lampu yang mengatur jalannya lalu lintas. Biasanya lampu ini dapat ditemui di dekat zebra cross, persimpangan, dan tempat arus lalu lintas lainnya.

Lampu ini sendiri terdiri atas 3 warna, warna hijau berarti dapat berjalan, merah berarti berhenti, kuning berarti bersiap. Lampu yang diciptakan oleh Lester Farnsworth Wire dan dikembangkan oleh seorang polisi amerika ini terbukti sangat ampuh untuk menangani atau meminimalisir kecelakaan lalulintas.

Tetapi yang terjadi sekarang ini lampu yang sangat dan sangat berguna ini justru dihindari dan dibenci. Dengan alasan waktu dan malas banyak yang mengabaikan kegunaan lampu ini termasuk saya *beberapa kali*. Seperti yang terjadi di sekitar saya dan lumayan sering bahkan hampir setiap hari, banyak orang yang rasa-rasanya kehilangan “kemaluannya” (baca:rasa malu) disaat ada yang dengan rendah hatinya berhenti menghargai apa yang dilakukan oleh lampu ini ada beberapa orang yang dengan bangganya melanggar dengan gaya yang mengesalkan.

Sungguh mau jadi apa dunia ini jika banyak orang yang diberi kenyamanan dan keamanan dan tidak menghargainya!!!!
Next Potret Kehidupan #2 (Koruptor)

Iklan

Penulis: masdendy

I'm Indonesian and I proud of it!

8 thoughts on “Potret Kehidupan #1 (Lampu Lalu Lintas)

  1. Mantab mas berroooooooo……….

  2. loh, aturan untuk dilanggar :mrgreen:

    kalau saya, traffic light itu kayak jeda. jeda buat ambil nafas, jeda buat istirahat sejenak dan jeda untuk mengumpulkan energi lagi haha 😆

  3. Memang itulah realita saat ini yang memprihatinkan, hukum tak lagi disegani, kesalahan dianggap hal yang wajar bahkan sempat saya mendengar slogan “hukum ada untuk dilanggar”, sungguh miris mendengarnya 😦
    Sebelum mengubah keadaan, alangkah baiknya jika kita mengubah & memperbaiki diri sendiri dulu #refleksidiri

    Sekedar masukan:: penataan bahasa diawal paragraf pertama terkesan agak berbelit-belit, disederhanakan lebih baik, tapi lepas dari itu IT’S NICE POST 😀

    Salam kenal dari GRIYA DINA
    http://pradinacweet.blogdetik.com/

  4. Ya sebaiknya memang mengikuti peraturan dan rambu-rambu lalu-lintas yang ada 😀

  5. Ping-balik: Lampu Lalu Lintas | Jadi Sejarahwan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s